<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Praditya Firmansyah Blogs</title>
	<atom:link href="http://pradityaf.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pradityaf.wordpress.com</link>
	<description>Indonesian Sugar Research Institute</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Nov 2008 02:01:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pradityaf.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Praditya Firmansyah Blogs</title>
		<link>http://pradityaf.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pradityaf.wordpress.com/osd.xml" title="Praditya Firmansyah Blogs" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pradityaf.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Material sel surya yang mampu menangkap semua warna pelangi</title>
		<link>http://pradityaf.wordpress.com/2008/11/03/material-sel-surya-yang-mampu-menangkap-semua-warna-pelangi/</link>
		<comments>http://pradityaf.wordpress.com/2008/11/03/material-sel-surya-yang-mampu-menangkap-semua-warna-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 02:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pdfazka</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENERGY GULA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradityaf.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Ahli kimia Ohio State University bersama dengan beberapa rekan penelitinya, mengkombinasi plastik yang bersifat konduktif dengan logam-logam lainnya termasuk molybdenum dan titanium untuk membuat material hibrid. Malcolm Chisholm, profesor sekaligus ketua jurusan kimia di universitas tersebut mengatakan, meski banyak material hibrid yang saat ini digunakan, tetapi material yang dikembangkan Ohio State University mampu mencakup rentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=40&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Ahli kimia Ohio State University bersama dengan beberapa rekan penelitinya, mengkombinasi plastik yang bersifat konduktif dengan logam-logam lainnya termasuk molybdenum dan titanium untuk membuat material hibrid.</span></p>
<p>Malcolm Chisholm, profesor sekaligus ketua jurusan kimia di universitas tersebut mengatakan, meski banyak material hibrid yang saat ini digunakan, tetapi material yang dikembangkan Ohio State University mampu mencakup rentang spektrum sinar matahari.</p>
<p>Dalam hasil studi yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), material tersebut memiliki elektron bebas yang lebih lama dalam keadaan tersebut, dibandingkan dengan material lain. Idealnya, dalam sel surya elektron bergerak ketika terkena sinar matahari, tetapi yang ada saat ini adalah elektron kembali ke tempat semula sama ketika belum terkena foton sinar matahari.</p>
<p>Para ahli kimia di universitas tersebut menggunakan modeling dengan komputer untuk menganalisa berbagai konfigurasi molekuler yang berbeda-beda. Kemudian, bersama dengan kolega mereka dari National Taiwan University, mereka mensintesiskan molekul material baru tersebut dalam suatu larutan, mengukur frekuensi cahaya yang diserap molekul dan berapa lama elektron yang tereksitasi dalam molekul tetap dalam kondisi bebas.</p>
<p>Hasilnya cukup mengejutkan. Mereka tidak hanya melihat molekul tersebut berpendar seperti halnya material sel surya, tetapi juga mengalami fosforisasi. Efek kedua luminasi tersebut diakibatkan oleh penyerapan dan pelepasan energi oleh material tersebut. Tetapi efek fosforisasi berlangsung lebih lama.</p>
<p>Menurut para ahli tersebut, material baru mereka melepaskan elektron dalam dua keadaan energi yang berbeda. Salah satunya adalah keadaan tunggal dan satunya lagi adalah keadaan triplet.</p>
<p>Elektron-elektron dalam keadaan tunggal bertahan bebas selama 12 pikodetik, hal yang tidak ditemui dalam material sel surya biasa. Tetapi, elektron-elektron di keadaan triplet bertahan 7 juta kali lebih lama, kurang lebih selama 83 mikrodetik.</p>
<p>Ketika material tersebut dilapiskan pada suatu lembaran tipis seperti pada sel surya thin film, triplet states bahkan mencapai waktu yang lebih lama, sekitar 200 mikrodetik.</p>
<p>&#8221;Waktu eksitasi yang lebih lama ini memberikan kesempatan kepada kami untuk mengatur pelepasan elektron dengan leluasa,&#8221; tambah Chisholm.</p>
<p>Meski masih dibutuhkan waktu bertahun-tahun lagi untuk mengkomersialisasi material tersebut, Chisholm menambahkan bahwa material sel surya hibrid tersebut akan memberikan karakteristik yang berbeda dibanding sel surya dengan material lain. (by energyportal)</p>
<br />Posted in ENERGY GULA  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradityaf.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradityaf.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradityaf.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradityaf.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradityaf.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradityaf.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradityaf.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradityaf.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradityaf.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradityaf.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradityaf.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradityaf.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradityaf.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradityaf.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=40&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradityaf.wordpress.com/2008/11/03/material-sel-surya-yang-mampu-menangkap-semua-warna-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bda7fa0ed4f085dee3a479ae8dd93e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pdfazka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pabrik Gula Mini di Jepara</title>
		<link>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/28/pabrik-gula-mini-di-jepara/</link>
		<comments>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/28/pabrik-gula-mini-di-jepara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 02:44:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pdfazka</dc:creator>
				<category><![CDATA[UMUM NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradityaf.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Jepara berencana membangun Pabrik Gula (PG) Mini. Direncanakan pabrik tersebut berada di Desa Suwawal Timur Kecamatan Mlonggo. Hal ini disampaikan Bupati Jepara Drs. Hendro Martijo, MM saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Jawa Tengah di Balai Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, Jepara belum lama ini. “saat ini, kami sudah berada pada tahap studi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=32&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pemerintah Kabupaten Jepara berencana membangun Pabrik Gula (PG) Mini. Direncanakan pabrik tersebut berada di Desa Suwawal Timur Kecamatan Mlonggo. Hal ini disampaikan Bupati Jepara Drs. Hendro Martijo, MM saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Jawa Tengah di Balai Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, Jepara belum lama ini. “saat ini, kami sudah berada pada tahap studi kelayakan,” kata Hendro Martojo. Untuk mematangkan rencana pembangunan PG Mini, studi sedang dilakukan tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).</span></p>
<p>Lahan yang saat ini dijadikan alternatif lokasi pabrik, direncanakan berada di Desa Suwawal Timur. Dimana Pemilihan lokasi ini dimaksudkan untuk menekan biaya investasi jika pabrik jadi dibangun.</p>
<p>Kepala Bagian Perekomomian Setda Jepara Ir. Sujarot mengatakan, di desa tersebut terdapat luas lahan yang cukup dan dimiliki oleh Perusahaan Daerah Aneka Usaha. Kepemilikan lahan ini memungkinkan biaya investasi bisa ditekan dari sisi pengadaan lahan.</p>
<p>Lokasi ini juga dinilai strategis karena relative dekat untuk dijangkau dari berbagai arah. “Jadi, kalau pabrik terrealisasi, petani tebu bisa menekan biaya produksi dari sisi transportasi, kata Sujarot. Keberadaan PG Mini di Jepara ini nantinya diharapkan dapat melakukan pengolahan bahan baku secara lebih cepat dan bisa per blok sehingga rendeman tebu lebih riil. Kondisi ini diyakini bisa memacu petani untuk meningkatkan rendeman tebunya.</p>
<p>Untuk membangun PG Mini dimaksud, diperkirakan memerlukan biaya sekitar Rp. 13 Miliar. Menurut Sujarot, pendiriannya diharapkan bisa sharing antara Pemkab Jepara, swasta, Pemprov Jateng, bahkan kalau mungkin pemerintah pusat.</p>
<p>Data yang ada pada Dinas Kehutanan dan perkebunan kabupaten Jepara menunjukkan, Jepara memiliki lahan budidaya tebu seluas 2.989,5 hektar. Dalam setahun jumlah produksi tebu dalam bentuk gelondong mencapai 196.341,25 ton atau setara dengan 67,7 ton per hektar. Saat diolah, tebu yang dibudidayakan 1.449 petani perkebun, menghasilkan rendeman rata-rata 6,5 – 6,75 persen. Jika PG Mini direalisasikan, dimungkinkan akan tercipta lapangan kerja baru karena ada potensi pengembangan lahan.</p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">apakah keinginan pemkab jepara untuk membangun pabrik gula mini akan membawa keuntungan bagi para petani dan pendapatan daerah pemkab jepara????<br />
</span></p>
<br />Posted in UMUM NEWS  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradityaf.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradityaf.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradityaf.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradityaf.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradityaf.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradityaf.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradityaf.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradityaf.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradityaf.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradityaf.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradityaf.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradityaf.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradityaf.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradityaf.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=32&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/28/pabrik-gula-mini-di-jepara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bda7fa0ed4f085dee3a479ae8dd93e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pdfazka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa memakai STEAM di pabrik Gula?</title>
		<link>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/16/kenapa-memakai-steam-di-pabrik-gula/</link>
		<comments>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/16/kenapa-memakai-steam-di-pabrik-gula/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 00:38:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pdfazka</dc:creator>
				<category><![CDATA[ENERGY GULA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradityaf.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Steam telah mengalami perjalanan jauh dari mulai hubungan tradisionalnya dengan lokomotif dan Revolusi Industri. Sampai kini steam merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari teknologi modern. Tanpa steam, maka industri gula kita, makanan, tekstil, bahan kimia, bahan kedokteran, daya, pemanasan dan transportasi tidak akan ada atau muncul seperti sekarang ini. Steam memberikan suatu cara pemindahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=26&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Steam<span> </span>telah mengalami perjalanan jauh dari mulai hubungan tradisionalnya dengan lokomotif dan Revolusi Industri. Sampai kini steam merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari teknologi modern. Tanpa steam, maka industri gula kita, makanan, tekstil, bahan kimia, bahan kedokteran, daya, pemanasan dan transportasi tidak akan ada atau muncul seperti sekarang ini. Steam memberikan suatu cara pemindahan sejumlah energi yang terkendali dari suatu pusat, ruang boiler yang otomatis, dimana energi dapat dihasilkan secara efisien dan ekonomis, sampai ke titik penggunaan. Steam yang bergerak mengelilingi pabrik dianggap sama dengan transportasi dan penyediaan energi. Untuk beberapa alasan, steam merupakan komoditas yang paling banyak digunakan untuk membawa energi panas. Penggunaannya terkenal diseluruh industri untuk pekerjaan yang luas dari produksi daya mekanis misalnya turbin uap untuk penggerak gilingan sampai penggunaan proses untuk memasak nira dan pembangkit listrik . Beberapa alasan dari penggunaan steam adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Steam efisien dan ekonomis untuk dihasilkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Steam dapat dengan mudah dan murah untuk didistribusikan ke titik penggunaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Steam mudah dikendalikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Energinya mudah ditransfer ke proses</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><em><span style="font-family:&quot;">Plant </span></em><span style="font-family:&quot;">steam yang modern mudah untuk dikendalikan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Steam bersifat fleksibel</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">alternatif lain penggunaan selain steam adalah air dan fluida pemanas lainnya seperti minyak bersuhu tinggi. Dibawah ini ditunjukkan tabel perbandingan antara media pemanas lainnya dengan steam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><a href="http://pradityaf.files.wordpress.com/2008/10/steam.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-28" title="steam" src="http://pradityaf.files.wordpress.com/2008/10/steam.jpg" alt="" width="240" height="194" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kualitas steam yang baik memenuhi kriteria berikut ini antara lain : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Dalam jumlah yang benar untuk menjamin bahwa aliran panas yang memadai tersedia untuk perpindahan panas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Pada suhu dan tekanan yang benar, atau akan mempengaruhi kinerja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Bebas dari udara dan gas yang dapat mengembun yang dapat menghambat perpindahan panas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Bersih, karena kerak (misal karat atau endapan karbonat) atau kotoran dapat meningkatkan laju erosi pada lengkungan pipa dan <em>orifice </em>kecil dari <em>steam traps </em>dan kran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Wingdings;">§ </span><span style="font-family:&quot;">Kering, dengan adanya tetesan air dalam steam akan menurunkan entalpi penguapan aktual, dan juga akan mengakibatkan pembentukan kerak pada dinding pipa dan permukaan perpindahan panas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<br />Posted in ENERGY GULA  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradityaf.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradityaf.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradityaf.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradityaf.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradityaf.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradityaf.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradityaf.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradityaf.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradityaf.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradityaf.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradityaf.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradityaf.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradityaf.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradityaf.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=26&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/16/kenapa-memakai-steam-di-pabrik-gula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bda7fa0ed4f085dee3a479ae8dd93e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pdfazka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pradityaf.files.wordpress.com/2008/10/steam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">steam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kehilangan Gula di Stasiun Gilingan</title>
		<link>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/15/kehilangan-gula-di-stasiun-gilingan-2/</link>
		<comments>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/15/kehilangan-gula-di-stasiun-gilingan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 03:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pdfazka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stasiun Gilingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradityaf.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Rendemen yang selalu menjadi masalah dan perdebatan antara para petani tebu dengan pihak pabrik sampai sekarang masih belum ada solusi yang memuaskan bagi kedua belah pihak. Banyaknya tebu yang dibawa ke bawa ke pabrik untuk digiling tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Ada berbagai macam penyebab terjadinya kehilangan gula mulai dari luar pabrik sampai di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=23&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Rendemen yang selalu menjadi masalah dan perdebatan antara para petani tebu dengan pihak pabrik sampai sekarang masih belum ada solusi yang memuaskan bagi kedua belah pihak. Banyaknya tebu yang dibawa ke bawa ke pabrik untuk digiling tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Ada berbagai macam penyebab terjadinya kehilangan gula mulai dari luar pabrik sampai di dalam pabrik sendiri. Dari berbagai peyebab terjadinya kehilangan gula di berbagai tempat salah satunya adalah kehilangan <span> </span>di stasiun gilingan. Tanpa disadari ketika proses giling tebu dilakukan resiko kehilangan gula di stasiun gilingan yang terbawa ampas juga menjadi salah satu penyebab berkurangnya kuantitas gula yang dihasilkan. Besarnya kehilangan ini pada umumnya diukur dengan besaran: ekstraksi (HPB., HPG.) dan kadar pol ampas. Penyebab besarnya kehilangan gula di ampas sangat dipengaruhi oleh: intensitas pencacahan tebu, intensitas imbibisi dan intensitas pemerahan dari tandem gilingan. Semakin intensif pencacahan, imbibisi dan pemerahan, dilakukan, semakin tinggi pula ekstraksi yang dicapai dan semakin rendah kadar pol ampasnya (kehilangan gulanya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kinerja stasiun gilingan masih cenderung konstan. Hal ini terjadi karena, dalam kurun waktu yang sama telah terjadi peningkatan teknologi peralatan yang lebih efisien di stasiun gilingan. Alat Pencacah Tebu (APT) jenis crusher telah hampir punah ditinggalkan. Sebagai gantinya mulai digunakan: pisau tebu, unigrator, shredder, atau kombinasi dari ketiganya. Dengan demikian, memungkinkan dilakukannya pencacahan tebu lebih intensif. Tandem gilingan juga telah mengaplikasi teknologi peralatan yang lebih efisien, diantaranya: Donnelly chute, self setting mill, pressure feeder, atau kombinasinya. Sehingga memungkinkan dilakukannya pemerahan mekanis yang lebih intensif. Disamping itu sejalan dengan tuntutan efisiensi, PG mulai melengkapi dirinya dengan unit evaporator yang tangguh. Sehingga memungkinkan dilaksanakannya imbibisi yang lebih intensif. Hasil Pemerahan Brix (HPB) yang dicapai relatif konstan, akan tetapi kadar pol ampasnya (kehilangan gulanya) justru lebih rendah. Walaupun secara rerata, kinerja stasiun gilingan relatif konstan dari waktu ke waktu, tetapi PG-PG yang kinerjanya di bawah rata-rata, kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak kendala, baik di sektor peralatannya maupun di sector operasionalnya. Keterbatasan dalam pemeliharaan peralatan akan menyebabkan: giling tidak lancar dan peralatan tidak dapat bekerja optimum. Dampaknya target kapasitas giling tidak tercapai dan terjadi inefisiensi. Dibeberapa PG peralatan stasiun gilingannya tidak dalam kesetimbangan spesifikasi teknik yang harmonis. Ketidak setimbangan ini akan berdampak pada tidak optimumnya kinerja stasiun gilingan yang bersangkutan. Misalnya pencacahan tebu sudah intensif, pemerahan mekanis juga sudah intensif, tetapi apabila imbibisinya tidak optimum, maka kinerja yang dicapai pastilah tidak optimum. Usia peralatan yang sudah tua juga berkontribusi terhadap terjadinya inefisiensi. Hasil uji kinerja yang dilakukan menunjukkan bahwa, PG-PG ini ekstraksi gilingannya (HPB) rendah dan kadar pol ampasnya (kehilangan gulanya) tinggi, dibanding rata-rata Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<br />Posted in Stasiun Gilingan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradityaf.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradityaf.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradityaf.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradityaf.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradityaf.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradityaf.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradityaf.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradityaf.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradityaf.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradityaf.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradityaf.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradityaf.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradityaf.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradityaf.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=23&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/15/kehilangan-gula-di-stasiun-gilingan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bda7fa0ed4f085dee3a479ae8dd93e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pdfazka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Industri Pangan -Gula- di ERA KEKHALIFAHAN</title>
		<link>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/14/industri-pangan-gula-di-era-kekhalifahan/</link>
		<comments>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/14/industri-pangan-gula-di-era-kekhalifahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 04:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pdfazka</dc:creator>
				<category><![CDATA[UMUM NEWS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradityaf.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Sistem pertanian modern merupakan ‘jantung’ kehidupan perekonomian masyarakat Muslim di zaman keemasan. Sejak awal abad ke-9 M, peradaban kota-kota besar Muslim yang tersebar di Timur Dekat, Afrika Utara, dan Spanyol telah ditopang dengan sistem pertanian yang sangat maju, irigasi yang luas, serta pengetahuan pertanian yang tinggi. Itulah yang membuat dunia Islam di era kekhalifahan memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=14&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:arial;">Sistem pertanian modern merupakan ‘jantung’ kehidupan perekonomian masyarakat Muslim di zaman keemasan. Sejak awal abad ke-9 M, peradaban kota-kota besar Muslim yang tersebar di Timur Dekat, Afrika Utara, dan Spanyol telah ditopang dengan sistem pertanian yang sangat maju, irigasi yang luas, serta pengetahuan pertanian yang tinggi.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Itulah yang membuat dunia Islam di era kekhalifahan memiliki ketahanan pangan yang begitu kuat. Sejarah mencatat bahwa peradaban Muslim telah berhasil melakukan transformasi fundamental di sektor pertanian yang dikenal sebagai Revolusi Hijau Abad Pertengah an atau Revolusi Pertanian Muslim. Revolusi Hijau yang dirintis umat Islam telah memungkinkan transfer beragam tanaman berikut teknik menanamnya ke berbagai penjuru dunia Islam.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Pada era itu, dunia Islam menguasai beragam komoditas pertanian yang awal nya justru berasal dari peradaban lain. Beberapa komoditas pertanian dan perkebunan penting yang dikuasai umat Islam antara lain gula tebu dan gandum. Sejatinya, gula tebu berasaldari peradaban masyarakat India, sedangkan gandum berasal dari Benua Hitam—Afrika.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Dengan globalisasi pertanian yang dirajut peradaban Islam, tanaman yang sangat penting itu dikembangkan masya rakat Muslim. Berkembang pesatnya sektor pertanian yang dibarengi perdagangan serta teknologi telah mendorong munculnya industri pangan. Pada era kekhalifahan, industri pangan, seperti gula dan tepung, telah berkembang pesat di dunia Islam.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Salah satu industri yang berkembang pesat di dunia Islam adalah industri gula. Sejatinya, tanaman gula tebu memang berasal dari anak benua India. Konon, masyarakat India telah menemu kan cara untuk mengkristalkan gula ketika Dinasti Gupta berkuasa ekitar tahun 350 M. John F Robyt (1998) me ng u ngkap kan, ada dua tempat asal ta namangula tebu, yakni Pasifik Selatan danTimur India. Tanaman gula tebu te lahdikembangkan sejak 10 ribu tahun SM.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Ketika revolusi pertanian Muslim terjadi, para enterpreneur Muslim mengadopsi teknik produksi gula dari India. Industri gula mulai berkembang pesat seiring dibangunnya penyulingan gula oleh para insinyur Muslim. Pabrik penyulingan gula yang tersebar di Pa kistan, Afghanistan, dan Iran itu mulai ber operasi sejak abad ke-9 M. Pabrik pe nyu lingan gula pertama dalam peradaban Islam itu digerakkan oleh energi yang berasal dari kincir air dan kincir angin.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Peradaban Islam yang diwakili masyarakat Arab dicatat sebagai peletak dasar industri gula. Masyarakat Muslim tak cuma menguasai penggilingan dan penyulingan gula saja. Pabrik dan per kebunan gula dunia di era keemasan didominasi umat Islam. Menurut Ensiklopedia Tematik Dunia Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH), catatan seputar geliat industri gula di era keemasan terekam dalam risalah bertajuk Nihaya Al-Arab fi Funun Al-Adab (Puncak Kemahiran dalam Seni Adab).</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Risalah karya Ahmad An Nuwairi (wafat 1332 M) itu, selain mengupas teknik dan cara pembuatan gula, kitab itu juga membahas tata cara menanam gula tebu. Sebelum tebu ditanam, menurut An Nuwairi, lahan yang akan ditanami harus diolah dengan menggunakan bajak berat (maharit kibar).</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Pengolahan gula pada masa itu tidaklah mudah. Dibutuhkan penguasaan dan keahlian teknologi dalam mengembang kan tebu hingga mengolahnya men jadi gula. Sebab, pengolahan tebu menjadi gula harus menempuh proses kimia. Untunglah, peradaban Islam pada era itu telah menguasai teknologi kimia.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Penanaman tebu membutuhkan areal yang sangat luas. Selain itu, juga membutuhkan jaringan irigasi yang baik. Tak heran, jika pada masa itu, pengembang an industri gula tak bisa dilakukan oleh petani berskala kecil. Karenanya, pena nam an dan pengolahan komoditas pertanian yang vital itu ditangani oleh pe merintah.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Pada awalnya, industri gula ditopang perkebunan tebu di Faris dan Al Ahwaz. Setelah itu, berkembang ke wilayah La ut Tengah. Pada akhir abad ke14 M, per kebunan gula tebu juga telah ber kem bang luar biasa di Andalusia dan Al garve. Spanyol Muslim memang sa ngat termahsyur dalam mengembangkan sektor pertanian. Dari kawasan itulah, lahir para ahli botani Muslim ter kemuka.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Menurut Bapak Sejarah Sains, George Sarton, sumbangsih pemikiran dan de dikasi Muslim di Spanyol pada bidang tumbuh-tumbuhan membuat ilmu bota ni, pertanian, dan perkebunan berkembang sangat pesat. “Dunia perkebunan dan pertanian mengalami kemajuan. Para ahli botani Muslim membuktikan bahwa sumbangsih peradaban Islam sangat berarti bagi dunia,” ujar Sarton.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Tahukah Anda bahwa kata ‘sugar’ yang digunakan bahasa Inggris untuk me nyebut gula berakar dari bahasa Arab? Ya, ‘sugar’ berasal dari kata shakar. Sebagai komoditas yang begitu penting, pada tahun 1420-an, produksi gula telah sampai ke Kepulauan Kanari, Madeira, dan Azores. Gula mulai dikenal masyarakat Inggris melalui jalur Pran cis, Spanyol, dan Italia—komoditas per kebunan yang berasa manisitu berawal dari dunia Islam.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Perkebunan dan industri gula di Benua Amerika juga berasal dari peradaban Islam. Sejarawan Paul Lunde mengungkapkan, perkebunan tebu yang begitu luas di kawasan Andalusia—ter utama sekitar Motril—begitu produktifpa da abad ke-14 dan 15 M. Saat itu, industri gula dikuasai Dinasti Mamluk. Na mun, begitu Granada jatuh ke tangan pe nguasa Nasrani, industri gula yang di kuasai peradaban Islam gulung tikar.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Umat Islam yang terusir dari Spanyol pada abad ke-15 M bermigrasi ke Benua Amerika yang disebut Columbus sebagai ‘Dunia Baru’. Pada tahun 1550 M, terca tat ada sebanyak 3.000 penggilingan gu la skala kecil di Benua Amerika.Industri gula di Amerika dibangun dengan ban tuan para ahli Muslim yang berasal dari Kepulauan Kanari—tentunya mengguna kan teknologi yang telah dikembang kan selama berabadabad di dunia Islam.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">‘’Dengan memperkenalkan industri gula ke ‘Dunia Baru’, produk lainnya yang awalnya dimonopoli dunia Islam akhirnya mulai diproduksi di lingkungan baru di luar dunia Islam,’‘ papar Lunde yang juga seorang sarjana yang meneliti Arab. Begitulah, industri gula berkembang di dunia Islam dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kini, Brasil tercatat sebagai produsengula terbesar di seantero jagad.Selain industri gula, pada era keemasan Islam juga berkembang pesat in dustri tepung yang berasal dari gandum. Pada zaman itu, industri penggilingan bahan makanan pokok itu berkembang pesat. Industri penggilingan tepung dibangun para insinyur Muslim di hampir seluruh kota Islam.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Salah satu contohnya, pada abad ke10 M, industri penggilingan tepung di Baghdad dapat memproduksi 10 ton tepung per hari. Industri penggilingan tepung pertama di Eropa berdiri pada abad ke-12 M di Spanyol Muslim. Pencapaian umat Islam dalam industri pangan tercatat lebih awal dari peradaban Barat. Masyarakat Inggris baru m engembangkan industri tepung pada 1600 M.mr-khazanahrepublika</span></p>
<br />Posted in UMUM NEWS  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradityaf.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradityaf.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradityaf.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradityaf.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradityaf.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradityaf.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradityaf.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradityaf.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradityaf.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradityaf.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradityaf.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradityaf.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradityaf.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradityaf.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=14&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/14/industri-pangan-gula-di-era-kekhalifahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bda7fa0ed4f085dee3a479ae8dd93e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pdfazka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH Lembaga Penelitian Gula</title>
		<link>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/10/sejarah-lembaga-penelitian-gula/</link>
		<comments>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/10/sejarah-lembaga-penelitian-gula/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 07:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pdfazka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pradityaf.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) didirikan pada tanggal 9 Juli 1887 dengan nama &#8220;Het Proefstation Oost Java&#8221;. Ada dua hal yang melatarbelakangi berdirinya P3GI pada saat itu yakni: Menanggulangi serangan penyakit &#8220;Sereh&#8221; yang menghebat melanda hampir seluruh tanaman tebu di dunia. 1. Mengimbangi dan memenangkan persaingan/ancaman gula bit khususnya dari Eropah. 2. Dari dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=11&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) didirikan pada tanggal 9 Juli 1887 dengan nama &#8220;Het Proefstation Oost Java&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Ada dua hal yang melatarbelakangi berdirinya P3GI pada saat itu yakni:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Menanggulangi serangan penyakit &#8220;Sereh&#8221; yang menghebat melanda hampir</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">seluruh tanaman tebu di dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">1. Mengimbangi dan memenangkan persaingan/ancaman gula bit khususnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">dari Eropah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">2. Dari dua permasalahan tersebut ternyata P3GI mampu mengendalikan dengan dirakitnya varietas unggul tahan penyakit Sereh yakni varietas POJ 2878. Sejak berdirinya P3GI hasil varietas rakitan P3GI diberi inisial <span> </span>POJ = Proefstation Oost Java, dan sejak tahun 1957 diberi inisial<span> </span><span> </span>PS = Pasuruan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Secara kronologis garis besar perjalanan sejarah P3GI adalah sebagai berikut:</span></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Symbol;"></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tahun 1885 &#8220;Het Preofstation Midden Java&#8221; untuk pertama kali didirikan di Semarang.</span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tahun 1886 menyusul &#8220;Proefstation voor Suikerrient in West Java&#8221; didirikan di Kagok.</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Symbol;"></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tahun 1887 &#8220;Proefstation Oost Java&#8221; didirikan di Pasuruan, dikenal dengan nama POJ</span><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tahun 1893 Proefstation di Semarang ditutup.</span><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tahun 1990 Proefstation di Kagok dipindahkan ke Pekalongan dan akhrinya ke Semarang.</span><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tahun 1905 Proefstation di Semarang dan POJ Pasuruan secara Organisatoris menjadi satu dan pada tahun 1925 secara fisik organisatoris menjadi satu di Pasuruan.</span><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">1942-1945 POJ dikuasai oleh Pemerintah Jepang.</span><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tahun 1945 Komite Nasional Indonesia mengambil alih POJ dari Pemerintah Jepang.</span><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tahun 1947 pekerjaan rehabilitasi POJ dilakukan oleh Pemerintah Belanda.</span></li>
</ul>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dengan SK Mentan No.229/Um/57 tanggal 10 Desember 1957 yang diperbaharui dengan SK Mentan No. 49/Um/57 tanggal 17 April 1958 POJ diambil alih Pemerintah Indonesia, dengan nama Balai Penyelidikan Perusahaan Perusahaan Gula (BP3G). Status Balai tersebut oleh &#8220;Dewan Pembina&#8221; sekarang dikembalikan seperti sebelum perang, yaitu suatu Balai Penyelidikan Perusahaan Perkebunan Gula yang diurus dan dibiayai oleh perindustrian gula sendiri.</span></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tahun 1963 BP3G pengurusannya diserahkan kepada Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perkebunan Gula Negara (BPU-PPN Gula) Jakarta. Dengan SK Mentan No. 344/Kpts/Um/12/1968 Menteri Pertanian membentuk &#8220;Dewan Pembina BP3G&#8221; yang diserahi tugas mengurus BP3G.</span><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tahun 1977-1978 diadakan diadakan rehabilitasi gedung BP3G yang penggunaannya diresmikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof.Ir. Soedarsono Hadisapoetro pada tanggal 23 September 1978.</span></li>
</ul>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dengan SK Mentan No. 136/Kpts/OP/3/1978 diadakan perubahan susunan keanggotaan Dewan Pembina BP3G.</span></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tahun 1986 dengan Akte Notaris telah dibentuk Asosiasi BP3G.</span><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tanggal 11 Mei 1987 rapat Dewan Pembina mengubah nama BP3G menjadi P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia).</span><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"></span></li>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:Symbol;"><span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Tanggal 9 Juli 1987 P3GI merayakan hari jadinya ke 100 tahun, dan bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi tersebut dilaksanakan Konferensi Gula Internasional ISSCT (International Sugar Society Conference Technology) yang dilaksanakan di Indonesia. Dalam kiprahnya P3GI merupakan lembaga yang mengabdi pada industri gula, secara consern berpedoman pada Tri Dharma-nya yakni: Penelitian, Pelayanan, dan Pengembangan: Melaksanakan penelitian untuk meningkatkan produksi gula maupun pemanis lainnya. Menyampaikan hasil-hasil penelitian kepada klient (pengguna jasa) P3GI. Memberikan bantuan teknis dan teknologi pada klientnya. Berdasar pada Tri Dharma tersebut P3GI diharapkan dapat berfungsi sebagai inovator dan merupakan ujung tombak pembangunan dan dapat: Menjadi pelopor pembaharuan dalam rekayasa dan merakit teknologi baru. Mengantisipasi masalah masa depan serta mencari jalan keluar pemecahannya. Tanggap terhadap tantangan yang timbul sehubungan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Membantu dalam menanggulangi kesulitan-kesulitan para pengguna jasa P3GI.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pradityaf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pradityaf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pradityaf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pradityaf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pradityaf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pradityaf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pradityaf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pradityaf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pradityaf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pradityaf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pradityaf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pradityaf.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pradityaf.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pradityaf.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pradityaf.wordpress.com&amp;blog=5094259&amp;post=11&amp;subd=pradityaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pradityaf.wordpress.com/2008/10/10/sejarah-lembaga-penelitian-gula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bda7fa0ed4f085dee3a479ae8dd93e8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pdfazka</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
